Makassar 1 minggu ini
- Ada peristiwa SARA ( tapi TKI di gebug sampai mampus di Sg, My, Saudi di diemin aja gak didemo )
- Mahasiswa makin aneh aja demonya ( jalan depan kampusnya di jadikan 1 arah juga di demo )
-
PLN mematikan aliran listrik 4 jam setiap hari. Gila man, lagi nulis
email lampu mati, lagi nonton bola lampu mati, semoga para pejabat PLN
itu di gantung di lapangan karebosi!!!trima kasih PLN, anda baru saja
membuat kota Makassar makin terpuruk.
- Panas, iya..AC gak nyala, minuman ga dingin, es cair x-(
- KTP 1 hari selesai
dan di dinding Kantor Kecamatan di tulis dengan jelas tarif masing masing layanan. bagus bagus bagus..
- Cuma harus bayar PBB dulu baru di buatin
- Ada tempat buat anak anak main motor trail
nanti aku posting fotonya
- Mall tetap rame
- Nyari CD software bajakan = mission impossible
hehehe, Trims Pak Polisi, terusin dong situasi begini.
-
ATM BRI gagal transaksi tapi kena tetap dihitung! Waduh! Tapi pas ke
BRI ngurus, di layani dengan baik dan di janji 3 hari selesai
pas
iseng ngelirik daftar komplen atm, ternyata banyak juga
- Gepeng
di perempatan jalan hilang, bukan karena di usir tapi karena arus lalu
lintas diubah sehingga Traffic Light tidak diperlukan :)) apa harus
kita ubah semua perempatan di kota ini?
Tahun lalu, sekitar bulan ini juga, saya ke Makassar. Waktu itu juga ada pemadaman rutin listrik, termasuk utk industri, dan katanya beberapa industri sampe rugi milyaran per hari. Kalau sekarang masih, berarti sudah setahun. Tapi, sewaktu saya ke Makassar tahun lalu itu, apakah baru dimulai, atau sudah jalan beberapa lama? Jadi sebenarnya sudah berapa lama kita mengalami zaman Flintstone ini?
Juniar — May 20, 2006 @ 4:46 am
Makassar,
Sewaktu kerusuhan SARA di MKS, dikantor sempat heboh juga karena..(sorry) mhs disana dijuluki The Bego’s. Sbg org sana, sy kurang bisa terima tp penjelasan mrk masuk akal. Tidak lama setelah itu, di Batam, seorang pengusaha tadinya mau invest di Mks, cukup besar (100 m keatas), tiba2 gak jadi dan dipindahin ke Manado karena mslh Listrik dan sering rusuh…
Gimana dong Makassar…
Mirdal — May 24, 2006 @ 9:07 am
Setahu saya, ini yang ketiga kali kehebohan SARA di sana. Yang pertama, saya masih SD. Terjadinya juga kurang dari 100m dari rumah, di belokan ke pasar. Malah, kakak sama Oom sempat kena getahnya juga.
Waktu itu kakak saya sama Oom pulang naik becak. Lewat dekat TKP, becaknya disetop orang2, kerah baju sudah dicekal, mau diseret turun. Tukang becaknya bilang, “Eh, ini orang Manado.” Kakak saya juga langsung ngomong bahasa Makassar, soalnya emang seumur hidup, dari lahir, nggak kemana-mana. Oom saya kebetulan moodnya lagi bagus. Pada kesempatan lain, beliau tidak akan mau ditekan, apalagi karena hal yang ‘dangkal’ seperti itu. Pasti ngomongnya, “Kamu mau apa?” Maksudnya, ‘Siapa yg memberi kamu hak menilai org dari kulitnya?’.
Juniar — May 27, 2006 @ 12:31 pm
Bagi saya sih, apa kah kita pilih Demokrasi atau kita pilih Demo Crazy.
iWin — June 4, 2006 @ 10:07 pm