iWin Notes

May 28, 2006

Warnet saya untung, balik modal atau merugi?

Filed under: Weblogs — tayuang @ 11:55 pm

Dibawah ini ada cara sederhana untuk menghitung.  Cara ini
menghitung beberapa variabel yang dapat anda sesuaikan dengan kondisi
warnet anda seperti:

- Nilai Total Investasi
- Harga Jual
- Utilisasi warnet

Tabel perhitungan ini akan menghasilkan lamanya bulan balik modal sebagai hasil akhir.

Kita andaikan saja sebuah warnet 15 PC dengan Nilai Total Investasi Rp 220.000.000,-
dan jangka waktu kontrak lokasi adalah 24 bulan ( 2 tahun ).
Berapa lama kah jangka waktu balik modal warnet tersebut dengan
harga jual Rp 4000/jam, Rp 5000/jam dan Rp 6000/jam?  Tabelnya
adalah sbb:

(A) Jumlah PC: 15
(B) Jam buka : 08.00 - 24:00 (16 jam )
(C) Biaya Operasional: Rp 11 juta / bulan
(D) Harga Jual: Rp 4000 / jam
(E) 1 bulan: 25 Hari Kerja
(F) Investasi: Rp 220 juta

 
   
      

      

      

      

      

      

   

   

      

      

      

      

      

      

   

   

      

      

      

      

      

      

   

   

      

      

      

      

      

      

   

   

      

      

      

      

      

      

   

   

      

      

      

      

      

      

   

   

      

      

      

      

      

      

   

 

Utilisasi
(1)
PC Aktif
(2)
Total Harian
(3)
Bruto
(4)
Netto
(5)
Bulan BEP
(6)
(1) * (A) (A) * (D) * (2) (3) * (E) (4) - (C) (F)/(5)
90% 13,5 864.000 21.600.000 10.600.000 20,75
80% 12 768.000 19.200.000 8.200.000 26,83
70% 10,5 672.000 16.800.000 5.800.000 37,93
60% 9 576.000 14.400.000 3.400.000 64,71
50% 7,5 480.000 12.000.000 1.000.000 220

(A) Jumlah PC: 15
(B) Jam buka : 08.00 - 24:00 (16 jam )
(C) Biaya Operasional: Rp 11 juta / bulan
(D) Harga Jual: Rp 5000 / jam
(E) 1 bulan: 25 Hari Kerja
(F) Investasi: Rp 220 juta

 
   
      

      

      

      

      

      

   

   

      

      

      

      

      

      

   

   

      

      

      

      

      

      

   

   

      

      

      

      

      

      

   

   

      

      

      

      

      

      

   

   

      

      

      

      

      

      

   

   

      

      

      

      

      

      

   

 

Utilisasi
(1)
PC Aktif
(2)
Total Harian
(3)
Bruto
(4)
Netto
(5)
Bulan BEP
(6)
(1) * (A) (A) * (D) * (2) (3) * (E) (4) - (C) (F)/(5)
90% 13,5 1.080.000 32..400.000 21.400.000 13,75
80% 12 960.000 28.800.000 17.800.000 16,92
70% 10,5 840.000 25.200.000 14.200.000 22
60% 9 720.000 21.600.000 10.600.000 31,43
50% 7,5 600.000 18.000.000 7.000.000 55

(A) Jumlah PC: 15
(B) Jam buka : 08.00 - 24:00 (16 jam )
(C) Biaya Operasional: Rp 11 juta / bulan
(D) Harga Jual: Rp 6000 / jam
(E) 1 bulan: 25 Hari Kerja
(F) Investasi: Rp 220 juta

 
   
      

      

      

      

      

      

   

   

      

      

      

      

      

      

   

   

      

      

      

      

      

      

   

   

      

      

      

      

      

      

   

   

      

      

      

      

      

      

   

   

      

      

      

      

      

      

   

   

      

      

      

      

      

      

   

 

Utilisasi
(1)
PC Aktif
(2)
Total Harian
(3)
Bruto
(4)
Netto
(5)
Bulan BEP
(6)
(1) * (A) (A) * (D) * (2) (3) * (E) (4) - (C) (F)/(5)
90% 13,5 1.296.000 27.000.000 16.000.000 10,28
80% 12 1.152.000 32.000.000 13.000.000 12,36
70% 10,5 1.008.000 21.800.000 10.000.000 15,49
60% 9 864.000 18.000.000 7.000.000 20,75
50% 7,5 720.000 15.000.000 4.000.000 31,43

Dari ketiga tabel di atas kita bisa liat hubungan langsung antara
strategi penetapan harga jual, utilisasi dan bagaimana efeknya terhadap
jangka waktu balik modal warnet anda.  Silahkan anda masukkan
variabel-variabel warnet anda di tabel tabel tersebut dan pelajari
apakah strategi bisnis warnet anda sudah memenuhi syarat untuk disebut
warnet yang meraih keuntungan, sekedar balik modal atau malah merugi.

May 15, 2006

Makassar 1 minggu ini

Filed under: Personal — tayuang @ 10:49 am

- Ada peristiwa SARA ( tapi TKI di gebug sampai mampus di Sg, My, Saudi di diemin aja gak didemo )
- Mahasiswa makin aneh aja demonya ( jalan depan kampusnya di jadikan 1 arah juga di demo )
-
PLN mematikan aliran listrik 4 jam setiap hari. Gila man, lagi nulis
email lampu mati, lagi nonton bola lampu mati, semoga para pejabat PLN
itu di gantung di lapangan karebosi!!!trima kasih PLN, anda baru saja
membuat kota Makassar makin terpuruk.
- Panas, iya..AC gak nyala, minuman ga dingin, es cair x-(
- KTP 1 hari selesai :D dan di dinding Kantor Kecamatan di tulis dengan jelas tarif masing masing layanan. bagus bagus bagus..
- Cuma harus bayar PBB dulu baru di buatin :(
- Ada tempat buat anak anak main motor trail :) nanti aku posting fotonya :D
- Mall tetap rame
- Nyari CD software bajakan = mission impossible :) hehehe, Trims Pak Polisi, terusin dong situasi begini.
-
ATM BRI gagal transaksi tapi kena tetap dihitung! Waduh! Tapi pas ke
BRI ngurus, di layani dengan baik dan di janji 3 hari selesai :) pas
iseng ngelirik daftar komplen atm, ternyata banyak juga :D
- Gepeng
di perempatan jalan hilang, bukan karena di usir tapi karena arus lalu
lintas diubah sehingga Traffic Light tidak diperlukan :)) apa harus
kita ubah semua perempatan di kota ini?

Warung Internet di Tahun 2006

Filed under: Weblogs — tayuang @ 10:46 am
Kondisi warnet di Indonesia memiliki
ciri sendiri tiap tahunnya, jika kita mengikuti milis warnet terbesar
di Indonesia ( bahkan mungkin di dunia? ) yang aktif di Yahoo Groups
sejak tahun 2000. Maka di tahun 2000 kita dapat membaca bahwa keluhan
warnet sebagian besar pada mahalnya biaya dial-up dan masih berlangsung
di tahun 2001, tapi di tahun-tahun berikutnya 2002 dan 2003 mulai
bermunculan pilihan koneksi selain dial-up dengan harga terjangkau
seperti Wireless/Wifi, Cable, ADSL.

catatan: milis awari  sendiri sudah lama aktif  dimana saya sendiri terdaftar sejak milis masih berada di server egroups.

Di
tahun 2004 dan 2005, yang menonjol dari warnet adalah isu legalitas
perangkat lunak. Walau sebenarnya beberapa pakar dan aktifis TI yang
memiliki perhatian sudah menyuarakan isu ini sejak UU HAKI disahkan,
namun gaungnya tidak seheboh ketika isu Sweeping Warnet oleh Kepolisian
mulai di lakukan.

Bagaimana di tahun 2006 ini? Apakah kondisi warnet sudah lebih baik dari sebelumnya?

Persoalan Klasik

Secara
umum, tidak ada kemajuan yang signifikan dari kondisi per warnetan di
Indonesia. Persoalan-persoalan klasik warnet masih pada:
  • Mahalnya harga bandwidth
  • Kualitas Bandwidth
  • Persaingan harga antar Warnet
  • Kualitas SDM

Dan saat ini persoalan-persoalan itu bertambah, yaitu:

  • Legalitas Perangkat Lunak versus Biaya Tinggi Perangkat Lunak
  • Warnet Open Source masih menerima resistensi dari kalangan warnet sendiri walaupun sudah ada success story.
  • Rendahnya perlindungan hukum terhadap warnet.
  • Perampokan Warnet di Jabotabek.

Legalitas
Perangkat Lunak merupakan persoalan yang sangat menarik sebab walaupun
internet adalah gudang Informasi, namun tidak sedikit warnetters (
pemilik, pengelola, operator ) yang tidak mengerti atau peduli terhadap
legalitas perangkat lunak, bahkan pertanyaan mengenai legalitas
perangkat lunak ini termasuk yang paling sering dipertanyakan di milis
selain pertanyaan mengenai ISP, Billing System, Ijin Warnet, Pornografi
dan Teknologi Komunikasi Data.

Berita Baik

Di
luar persoalan-persoalan di atas, ada juga berita yang baik yaitu:
Walaupun warnet terkenal sebagai bidang usaha yang cukup rumit dan
tricky, namun tidak pernah kehilangan peminat dari kalangan
entrepreneur muda untuk masuk ke bidang usaha ini. Ini terlihat dari
member mailing list yang baru rata rata bergabung karena ingin
mendirikan warnet.

Selain
itu, beberapa warnet ternyata sudah berhasil meningkatkan/memperluas
usahanya sehingga menjadi jaringan warnet/franchise warnet maupun ISP
dan ada juga warnet yang berhasil membuat distribusi linux untuk
digunakan secara bebas bagi yang berminat.

Jika
melihat diskusi yang terjadi di mailing list awari (
asosiasi-warnet@yahoogroups.com ) kita juga akan melihat betapa
warnet-warnet sudah menyadari bahwa mereka sebaiknya tidak memberikan
akses ke situs situs pornografi dan judi maupun memberikan akses ke
pihak-pihak carder. Beberapa warnet malah berani mengusir pelanggan
mereka yang menggunakan terminal warnet untuk mengakses pornografi,
alasan utama bukan semata moril tapi menghindari warnet tersebut dari
sangkutan dengan hukum.

Peran Pemerintah

Kembali
ke kondisi Warnet, Pemerintah sebaiknya memberikan ruang bernapas yang
lebih baik ke Warnet, aturan yang kondusif, perlindungan berusaha yang
baik, akses ke penyediaan bandwidth yang murah, pelatihan managemen,
etc. akan sangat membantu warnet melepaskan warnet dari kondisi
“terjepit”. Dalam beberapa kasus, terjebaknya warnet ke pornografi,
carding, judi, pembajakan software, berubah jadi game center adalah
karena faktor “kejar setoran” yang apa boleh buat harus dilakukan dan
di akui akan sulit di lakukan dengan baik dan benar jika Pemerintah
tidak melindungi warnet-warnet yang telah berusaha menjalakan usahanya dengan benar.

Perlindungan ini juga  berarti Polisi jangan mensweeping dan menyita perangkat warnet yang terbukti bersalah melanggar hukum,
sebab tingginya faktor kerumitan pengelolaan warnet menyebabkan banyak
warnet tidak menyadari apa yang mereka lakukan termasuk melanggar
hukum. Kepolisian sebaiknya menjadikan warnet sebagai partner dalam menyuarakan legalitas perangkat lunak dan berinternet dengan sehat.

Sangat
disayangkan jika Kepolisian demi menghambat pornografi, judi, terorisme
dan pembajakan perangkat lunak harus mematikan akses ke arus informasi
dan ilmu pengetahuan yang di sediakan warnet dengan harga yang murah
dan terjangkau oleh masyarakat.

WPMU Theme pack by WPMU-DEV.