iWin Notes

August 22, 2005

Pidana - Perdata

Filed under: Law & Order — tayuang @ 11:16 pm

Apa yang terjadi di warnet beberapa bulan terakhir sungguh suatu hal yang aneh dan bin ajaib. Apalagi setelah membaca diskusi di milis awari hari ini Selasa 23 Agustus 2005. Membaca keterangan mengenai apa itu perdata, apa itu pidana, bagaimana sebuah hukum perdata dan pidana berlaku memberikanku sebuah pertanyaan yang sangat besar: Jadi apa sebenarnya yang terjadi di Cilacap dan Semarang kemarin???

Sungguh suatu keajaiban, hukum apa yang diterapkan disana? UU 19 2002, Hukum Perdata, Hukum Pidana? Aduh! negeri mau jadi apa jika penegak hukum seenaknya menggunakan amanat yang diberikan kepadanya untuk berbuat kedzaliman.

Keterangan seorang kawan melalui YM mengatakan bahwa bisa saja di pra peradilankan tapi kemungkinan menang tipis. Yah itulah, keliatannya keadilan adalah sesuatu yang sangat mahal di negeri ini. Kita semua sudah lupa jika hidup di dunia ini cuma sementara.

4,5 M bisa jadi apa?

Filed under: Web/Tech — tayuang @ 5:30 am

Seandainya anda diberikan uang 4,5 Miliar, anda mo jadikan apa?
Buat, yang belum tahu, 4,5 M itu perkiraan jumlah uang yang dikeluarkan warnet-warnet untuk membeli legal software selama dua bulan terakhir.

Fantastis..

Kita rupanya memang bangsa konsumtif, lebih suka membeli, tidak suka memproduksi.  padahal 4,5 M itu jika dimanfaatkan untuk mengembangkan OSS maka lebih dari cukup untuk menghasilkan software-software yang dibutuhkan oleh warnet dan dikerjakan oleh bangsa sendiri tidak ada devisa kita yang musti lari keluar negeri.

4,5 M itu besar…

dan yang besar itu dikumpulin dari yang kecil-kecil…

Kasihan bangsaku ini.

August 20, 2005

Saya kena Virus!

Filed under: Web/Tech — tayuang @ 9:15 pm

Setiap kali membaca berita mengenai virus komputer selalu terlintas di pemikiran saya mengapa gangguan virus ini seperti tidak pernah bisa di atasi?  Penamaan virus untuk program komputer yang menganggu ini sepertinya cocok betul dengan sifat yang dikandungnya.   Bagaimana dengan antivirus? Saya kira sebagian besar pengguna komputer tahu jika anti virus bereaksi setelah virus muncul.

Semakin hari, serangan virus semakin beragam bentuknya dan semakin ganas dan semakin tidak terkendali. Internet menyebabkan penyebaran virus menjadi global dan dalam hitungan menit bisa menyebar keseluruh dunia. Gangguan virus saat ini bisa menyebabkan sebuah organisasi berhenti bekerja menggunakan komputer dalam hitungan hari.  Nilai kerugian jangan ditanya lagi, sangat besar.

Kesulitan utama dari penanggulangan serangan virus adalah karena sistem yang anda gunakan memang menyediakan lobang keamanan untuk ditembus oleh virus.  Anti virus cuma bisa menjaga dari serangan virus yang sudah diketahui bagaimana dengan virus model baru? Sayang sekali belum ada metoda yang efektif, sehingga selalu harus ada korban dulu baru dibuatkan anti virusnya.  Sebagian pengguna komputer bahkan sudah pasrah dan menganggap virus sebagai suatu wajar dalam lingkungan komputer.
Virus, disebabkan sebuah kelemahan dari sistem operasi yang sebenarnya cukup mengherankan kenapa sampai sekarang kelemahan itu masih "dipelihara", apakah disebabkan bisnis software anti virus yang nilainya sudah mencapai miliran dollar?  Bisa jadi, tapi hal itu tidak usah kita pikirkan jika kita termasuk orang-orang yang bisa dan mau bebas dari virus komputer.

Apakah anti virus adalah satu-satunya cara menghindari serangan virus ini? Tidak, ada beberapa hal yang musti dilakukan dalam menghindari virus. Namun, sayang sekali kenyataan menunjukkan bahwa hal ini lebih banyak disadari sebagian pengguna komputer yang tingkatannya sudah ahli sehingga sedikit sekali pengaruhnya dan itupun belum menjamin 100%.

Percayakah anda jika saya mengatakan bahwa sistem komputer kita bisa bebas 100% dari virus?  Bahkan tanpa perlu melakukan perlakuan khusus, software anti virus ataupun ketakutan membuka dokumen dari internet.  Silahkan tidak percaya, tapi sejak saya menggunakan Linux saya tidak pernah kuatir dengan virus komputer dan derivatifnya.  Selama bertahun-tahun saya menatap kasihan kepada orang-orang yang datang kemudian berkata "Komputer saya kena virus apa yang harus saya lakukan?" padahal yang dia lakukan di komputer hanyalah mengetik dan membuat laporan.

Cara yang paling manjur untuk tidak kena virus komputer adalah menggunakan Operating System Linux, perkembangan yang sangat cepat membawa Linux ke era baru dimana penetrasinya sudah bukan lagi di area Server dan Jaringan tapi sudah merambah ke meja-meja kerja korporasi, rumah dan pengguna umum komputer.  Operating System bebas pakai sudah mencapai titik dimana pemakaian dan perawatannya mudah dan gampang.  Anggapan bahwa Linux susah digunakan sebenarnya hanya isu kuno yang dilancarkan oleh produsen operating system yang takut pasarnya digeser oleh Linux.  Isu itu tidak pernah terbukti malah yang terjadi semakin banyak pribadi, perusahaan bahkan negara yang mengadopsi linux kedalam sistem komputer mereka.

Kalimat "mudah digunakan" itu sendiri sangat relatif mengingat bagaimana kesulitan kita bila terkena serangan virus (dan besar kemungkinan anda pasti kena) maka slogan "userfriendly os" bisa berubah menjadi "user nightmare", belum lagi biaya yang harus dikeluarkan jika menggunakan linux dibanding dengan OS lain.  "Kemudahan itu muncul dari kebiasaan", jika kita terbiasa menggunakan linux maka dijamin yang terasa mudah adalah linux.  Sama halnya dengan mereka yang terbiasa menyetir sebelah kiri kemudian harus mengendarai mobil bersetir kanan maka wajar jika terasa kagok di awalnya, bahkan pindah dari mobil Jepang ke mobil Eropa saja kadang bikin kejadian lucu, mau belok yang dinyalakan wiper.

August 17, 2005

Telur atau Ayam?

Filed under: Weblogs — tayuang @ 9:27 pm

Didalam sebuah diskusi milis IT seorang rekan menuliskan:

Dunia pendidikan cakupannya terlalu luas untuk di jabarkan  8-) . IMHO di dunia pendidikan tidak berkonsentrasi pada Migrasi atau semacamnya.. tapi justru lebih menekankan akan aspek pendidikannya.. dan pengetahuan IPR memang perlu di lakukan akan tetapi butuh waktu .. dan pengorbanan ..karena terlanjur menikmati 8-((

Sorry Friend, but I’m not agree with you ;-) saya berpendapat bahwa dunia pendidikan lah awal dari segalanya.  Sehingga apa yang mereka pelajari di sekolah dan Kampus akan mempengaruhi cara mereka berpikir dan bertindak ketika terjun ke masyarakat nanti.

Kata-kata migrasi sepertinya memang tidak ada hubungannya dengan pendidikan padahal sebenarnya sangat berhubungan.  Saat ini siswa-siswa kita di ajarkan cara menggunakan perangkat lunak dan tidak diajarkan bagaimana sebuah perangkat lunak dibuat dan bagaimana cara menghargai pembuat perangkat lunak tersebut.

Sistem pendidikan berbasis software bajakan menghasilkan siswa-siswa yang tidak menghargai HAKI.  Lebih sebagai pengguna (=konsumtif) dan tidak dirangsang untuk menjadi pribadi yang produktif (=produsen).  Sungguh suatu kondisi yang dilematis sebab saat ini sangat sulit mencari guru yang mampu mengajarkan IT ini secara benar dan bukan sekedar mengajarkan memakai sebuah produk.

Migrasi ke sistem yang menghargai HAKI, migrasi ke sistem yang membuat siswa-siswa kita menjadi jiwa yang produktif.  Migrasi yang membuat siswa-siswa kita berpikiran bebas dan tidak terkungkung dalam satu produk.

Jadi mana yang duluan? Telur atau Ayam?

August 15, 2005

Traktiran Itu sudah Berakhir Teman

Filed under: Law & Order — tayuang @ 9:18 pm

Siapa yang suka di traktir di Restoran yang mahal, bagus dan enak? Siapapun suka, sudah
makan enak, tempat nyaman, gak bayar lagi.  Nah seandainya kita bisa ditraktir setiap hari
tentu kita semua tidak akan menolak.  Akan tetapi marilah bicara realita, kalau kita tidak
ditraktir apa yang terjadi? Yah, tentu kita semua akan berpikir setiap saat makan di
Restoran mahal yang bisa jadi tidak enak lagi karena waktu makan kepikiran harganya yang
mahal termasuk penyakit gara-gara makanan enak.

Di dunia Teknologi Informasi, kita ini bagaikan orang miskin yang terus menerus di traktir
di Restoran mahal, meskipun kita tahu kalau yang kita makan bisa menyebabkan kita
kolesterol tinggi dan menyebabkan serangan jantung, tetap saja kita makan.

Itulah yang terjadi pada sebagian besar masyarakat pengguna TI di Indonesia, sekian tahun
dilenakan oleh "traktiran" software bajakan telah membuat masyarakat pengguna komputer
tidak sadar betapa kolesterol "biaya" yang tinggi itu menumpuk dan menyebabkan serangan
Stroke "HAKI" dan Jantung "Sweeping Warnet".

Ketika serangan Stroke HAKI dan Jantung Sweeping, maka kelabakanlah masyarakat pengguna TI
Yang tadinya disebut mudah ternyata menyusahkan.  Penulis sendiri sampai sekarang masih
rancu dengan kata mudah dan susah, karena yang mana lebih susah membeli sesuatu yang mahal
sampai harus jualan harta benda yang susah dapatnya atau sama-sama belajar menggunakan
sesuatu yang katanya susah tapi tidak susah dapatnya. Mana yang susah mana yang mudah?

Ada ilustrasi singkat mengenai bagaimana "Susah"nya software yang "Mudah" ini.  Setiap
tahunnya jumlah komputer (baca: PC) yang terjual di Indonesia kurang lebih 1 juta unit.
Tentunya karena kita telah kena Stroke HAKI maka legalisasi adalah obatnya.  karena
umumnya mencari Software yang "mudah" maka biaya obatnya berdasar resep dokter HAKI bin
Legal adalah sebagai berikut:

1. Obat OS, USD 145

2. Obat Office, USD 360

3. Obat Anti Virus, USD 45

—————————

Total biaya obat: USD 550

Perkiraan jumlah komputer rakitan adalah 70% dari jumlah komputer yang beredar dan secara
tidak langsung terkena penyakit HAKI sehingga jika kita kalikan jumlah tersebut dengan
biaya obat maka Jumlah Total biaya pengobatan per tahun adalah:

USD 550 x 700.000 PC = USD 385.000.000 x Rp 9800 = Rp 3.773.000.000.000 ( tiga triliun,
tujuh ratus tujuh puluh tiga milyar )

Biaya pengobatan yang mengejutkan, sungguh suatu yang sangat mahal bagi suatu kemudahan
yang saat inipun masih diperdebatkan.

Apakah ada obat lain? Seperti halnya dengan dunia kedokteran, ada obat generik.  Obat ini
jauh lebih murah dan dalam beberapa hal ternyata jauh lebih manjur daripada obat bermerek.
Lebih bagus lagi, selain lebih murah ternyata obat generik ini bisa kita racik sendiri
sesuai dengan kebutuhan kita tanpa perlu takut ada produsen yang menuntut hak cipta sebab
obat tersebut hak ciptanya sudah diberikan kepada masyarakat.  Malah akhir-akhir ini para
produsen obat mulai membuat obat generik yang sama yang bebas dibuat juga.

Sayang sekali jika kita tidak memanfaatkan obat generik ini, selain murah kita juga dapat
belajar dan akhirnya ikut membuat juga obat generik sendiri.  Daripada uang kita
dihabiskan untuk obat bermerek yang mahal dan belum tentu sembuh mendingan uang itu kita
gunakan untuk membangun pembangkit listrik baru bagi PLN sehingga kejadian padam bergilir
harian yang saat ini dihadapi penulis bisa di obati.

Keterangan:

Obat Bermerek = Software Propierty

Obat Generik = Open Source Software dengan lisensi GPL

WPMU Theme pack by WPMU-DEV.