iWin Notes

June 24, 2005

Aplikasi apa yg bisa saya gunakan di Linux?

Filed under: Web/Tech — tayuang @ 9:31 pm

Judul di atas adalah pertanyaan yang paling sering saya dengar setiap kali mengajak orang untuk menggunakan linux.

Pertanyaan ini gampang-gampang susah, gampangnya karena setelah bertahun-tahun menggunakan linux saya sudah terbiasa dengan aplikasi - aplikasi yang ada di linux beserta kekurangan dan kelebihannya. Susahnya, kalo mereka berharap supaya penggunaan aplikasi di linux sama persis dengan yang mereka gunakan saat ini ..hehehe…

List dibawah ini adalah aplikasi yg saya gunakan sehari-hari di Linux, saya tidak membahas aplikasi server, karena batasannya adalah aplikasi desktop.

Office Application:
- OpenOffice.Org
Open Office adalah versi GPL dari Star Office, berjalan di Linux dan WIndows. Perbedaannya  dengan StarOffice hanyalah pada faktor support dari Sun MicroSystem dan tambahan seperti Clip Art. dari sisi Useability tidak ada bedanya.  Pengguna MS Office semestinya tidak bermasalah menggunakan OpenOffice karena tampilan dan menunya hampir sama.  Salah satu fasilitas yang saya suka di OpenOffice adalah kemampuan untuk mengekspor ke format PDF.  OpenOffice juga mampu membaca dan menulis ke format MS-Office (doc, xls, ppt), sehingga (hampir) tdk ada masalah dengan pengguna MS-Office.

Internet Application:
- Thunderbird
Ini adalah email client dari mozilla foundation, tadinya saya adalah pengguna setia Netscape Mail, tapi sejak adanya thunderbird saya berpindah, alasannya simple: lebih ringan dan fasilitas kurang lebih sama.  Selain thunderbird, email client lain:
- Kmail
ini adalah email client bawaan KDE, ringan dan cepat.  banyak fasilitas yang bagus termasuk sistem filter milis yang menarik.
- Evolution
saya lihat email client ini mirip dengan outlook (outlook! NOT  outlook express)
- Firefox
Take back the Web! yups, ini slogannya firefox dan memang sejak kemunculannya banyak yang beralih ke browser ini.  tampilan clean tapi dengan mudah di modifikasi dengan berbagai theme yang tersedia di situs mozilla.org.  Browser ini berhasil menggeser Opera dari posisi pertama di desktop ku walau dengan alasan tertentu saya tetap menggunakan Opera.
- Opera
Fastest Browser on earth! slogan ini memang benar, Opera memang lebih cepat dari browser lainnya.  Fasilitas melimpah.  Sayangnya versi terakhir terasa lebih berat daripada sebelumnya.  Tidak ada masalah di PC yang cepat tentunya. Browser ini juga include email client.
- Gaim
The Universal Messaging.  Nah buat yang suka messaging ini dia pengganti YM minus webcam dan voice.  Bukan masalah karena koneksi internet di Indonesia yang (umumnya) terbatas kebanyakan tidak perlu akses webcam dan voice. Buat yang perlu webcam dan voice bisa gunakan:
- Gyach Enhanced
Nah kalo yang ini dedicated ke Yahoo Messaging dan ada fasilitas webcam dan voice chat.
- XChat
Buat yang suka chatting lewat IRC nah ini dia irc client yang asik :)

Graphics Application
- GIMP
GNU Image Manipulation Program, sudah cukup terkenal dikalangan image manipulator :) buat yang biasa menggunakan photo shop atau photo paint mungkin heran kenapa program seperti/sebagus ini bisa bebas digunakan.
- GQView
Image viewer, buat melihat file gambar digital kita
- KuickShow
Image viewer, kalo yang ini KDE full feature free image viewer

Kalo diterusin bisa banyak banget nih haahahaha… udahlah, daripada cuman baca dan denger, install aja Linux di komputer mu.

June 23, 2005

masalah driver di Linux

Filed under: Web/Tech — tayuang @ 4:24 am

Kebanyakan user saat ini terbiasa dengan istilah “driver” pada windows, sehingga pada saat mereka mencoba meng-install Linux di pc mereka maka bayangan yang paling mengerikan adalah adakah driver untuk peralatan di pc saya?

Memang isu kompatibilitas adalah salah satu isu yang menonjol di kalangan pengguna Linux, meskipun ini sebenarnya tidak fair, karena jika kita lihat secara jernih masalahnya ada pada vendor yang tidak membuka spesifikasi peralatan yang mereka buat sehingga komunitas linux tidak bisa membuatkan driver untuk mendukung peralatan mereka.

Bicara soal peralatan yang jalan, (hampir) semua peralatan bisa jalan di Linux, beberapa malah jalan lebih bagus ;)
Tapi, kita tinggalkan saja yang sudah jalan, kita bahas saja yang belum/tidak jalan. List-nya saya buat berdasarkan apa yang saya hadapi, jika anda kebetulan membaca tulisan ini dan mendapatkan problem pada peralatan anda, saya harap anda bisa menginformasikan kepada saya. List ini berdasarkan peralatan yang di jual umum dan banyak dipasaran.

1. Printer : Canon pixma IP1000 ( keluarga pixma 2000 - 3000 bisa berjalan dengan driver bjc 7100)
2. Internal Modem ( sebagian bisa jalan, sebagian lagi belum, lihat http://linmodem.org )
4. Scanner: Canon D646U-ex, Canon 3000 ( lihat keterangan di http://sane-project.org )
….
untuk perangkat wireless LAN, bisa coba menggunakan ndiswrapper + windows driver, beberapa sudah saya coba dan hasilnya memuaskan.

June 21, 2005

IPN2220..pheeuh

Filed under: Web/Tech — tayuang @ 7:49 am

Kembali ke Sphinx, setelah googling berhari-hari akhirnya nemuin juga jawabnya bagaimana supaya IPN2220 Wireless LAN bisa jalan di Linux. Kebanyakan memang menjalankannya di atas debian, fedora dan Suse. Tidak ada yang menjelaskan tentang Mandrake.

Sebenarnya gak masalah, toh kalo bisa jalan di satu distro, besar kemungkinan jalan juga di distro lain.

Pertama, aku nemuin 1 situs yang memberikan link kemana harus mendownload driver Wireless ( http://rpm.pbone.net/index.php3/stat/4/idpl/1744852/com/driver-ipn2220-2.10.03.2004-1ark.i586.rpm.html ) untuk IPN2220, kemudian download ndiswrapper dari ndiswrapper.sourceforge.net ( Download versi 1.2 ).

Untuk persiapan compile, jangan lupa kernel sources juga di install, untuk sphinx no problem tinggal klik “install software” trus pilih kernel sources 2.6 beress.!!

setelah compile ( make, make install ), aku coba :
#ndiswrapper - i neti2220.inf
#ndiswrapper -l
Installed ndis drivers:
neti2220 driver present, hardware present
#modprobe ndiswrapper
# iwconfig wlan0
wlan0 IEEE 802.11g ESSID:off/any Nickname:”sphinx”
Mode:Managed Frequency:2.437GHz Access Point: 00:00:00:00:00:00
Bit Rate=1Mb/s
RTS thr=2347 B Fragment thr=2346 B
Encryption key:AE0B-523D-FCCA-89E2-XXXX-XXXX-XX Security mode:restricted
Power Management:off
Link Quality:100/100 Signal level:56/154 Noise level:0/154
Rx invalid nwid:0 Rx invalid crypt:0 Rx invalid frag:0
Tx excessive retries:0 Invalid misc:0 Missed beacon:0

Nah, hasil di atas menunjukkan jika wireless card udah jalan, berhubung lagi dirumah maka tidak ada access point, berarti besok di kantor baru keliatan hasilnya :)
Paling nggak 1 masalah sudah (hampir) beres. Hehehe tinggal nunggu kabarnya si Adi dengan chip broadcom-nya.

June 19, 2005

Belantara Billing

Filed under: Web/Tech — tayuang @ 10:55 am

Billing Warnet untuk linux ini memang benar-benar menantang :) seharian ini kerjaku cuman didepan sphinx dan thunder, yang satu nyari, yang satunya lagi compile ;) lumayan bikin pusing.  Bisa dibayangkan untuk yang baru pegang linux 1-2 hari hehehehehe…

sumbernya ada beberapa:
- Sourceforge (obviuosly)
- google (aha!)
- milis
Setelah berapa kali tersesat akhirnya ada beberapa billing yang ter download.  Oke download dulu, running itu persoalan lain :(
Ini daftarnya:
1. Openkiosk
2. Zeiburde
3. CCL
Persoalan berikutnya adalah: Dependencies
kadang harus download program lain kemudian cmmi (configure,make,make install) dan berharap tidak ada error.  Sorry guys, i’m not a geek, not even a close one. I just love ‘playing’ with computers.
Beberapa yang terdownload:
- sqlite
- fox toolkit
untung dependencies yang lain (qt tools, glibs) udah terinstall dan ada di cd.  Kalo nggak pusing dah…

1. OpenKiosk
Server jalan, tapi kok password untuk operator baru gak dikenal yah? PR baru lagi nih, tampilan lumayan, fasilitas minim, akhirnya di off-kan. males ngeliatnya. nantilah kalo ada waktu di hack lagi.
2. Zeiburde
Server jalan, tidak pake sistem user untuk password, sebenarnya sistemnya bagus dan settingnya mudah. Tapi ada kelemahan terbesar: tidak ada record! berarti nambah kerjaan untuk operator lagi buat mencatat.
3. CCL
masih di download fox-toolkit-nya hehehehe…ntar sok- yah..

June 13, 2005

LTSP Quest [2]

Filed under: Web/Tech — tayuang @ 8:53 am

Okey, sesuai janji :) skarang kita membahas konfigurasi yang diperlukan untuk menjalankan ltsp, yaitu:
1. DHCP
2. TFTP
3. NFS
4. XDMCP

1. DHCP
DHCP, daemon ini gunanya untuk membagi/meminjamkan alamat IP kemasing-masing host yang ada dinetwork kita. Harus di ingat bahwa dhcp server harus menggunakan IP fixed (iya lah…). Nah, jika paket dhcp server sudah terinstall, contoh konfigurasi dibawah bisa langsung digunakan.

File konfigurasi dhcp ada di /etc/dhcpd.conf , saya sendiri menggunakan konfigurasi dibawah:

default-lease-time 21600;
max-lease-time 21600;
ddns-update-style none;
allow booting;
allow bootp;

option subnet-mask 255.255.255.0;
option broadcast-address 10.0.10.255;
option routers 10.0.10.254;
option domain-name-servers 202.62.16.2;
option domain-name-servers 202.62.16.6;
option domain-name “digi.web.id”;
option root-path “10.0.10.222:/opt/ltsp/i386″;
#====================================================
#ip 10.0.10.222 adalah ip dhcp server dan ltsp server
#====================================================
option option-128 code 128 = string;
option option-129 code 129 = text;

shared-network WORKSTATIONS {
subnet 10.0.10.0 netmask 255.255.255.0 {
range dynamic-bootp 10.0.10.100 10.0.10.200;
# range alamat ip adalah dari 10.0.10.100 sampai 10.0.10.200
# lebih dari cukup untuk sebuah warnet :)
use-host-decl-names on;
option log-servers 10.0.10.222;
# dibawah ini trick yang terpasang di K12LTSP di kantor saya (NIIT Makassar)
# fungsinya untuk mendeteksi otomatis apakah client bootrom atau pxe
# trick from Peter Rundle

if substring (option vendor-class-identifier, 0, 9) = “PXEClient”
{
filename “/lts/2.4.26-ltsp-2/pxelinux.0″;
# NOTE: kernels are specified in /tftpboot/lts/pxe/pxelinux.cfg/
}
else
{
filename “/lts/vmlinuz-2.4.26-ltsp-2″;
}
}
}

# dibawah ini contoh bagaimana membuat host mendapatkan ip yang fixed
# yang pertama cuman ip saja, yang lainnya untuk client ltsp
# domain name-nya cuman buat main-main jangan di ikutin
group {
use-host-decl-names on;
option domain-name “cleopatra.org”;

host sphinx {
hardware ethernet 00:0F:B0:61:25:0D;
fixed-address 10.0.10.180;
}
}
# example configurations for specifying specific kernels to specific clients
#group {
# use-host-decl-names on;
# option log-servers 192.168.0.254;
#
# host ws001 {
# hardware ethernet 00:E0:06:E8:00:84;
# fixed-address 192.168.0.1;
# filename “/lts/vmlinuz.ltsp”;
# option option-128 e4:45:74:68:00:00;
# option option-129 “NIC=3c509″;
# }
# host ws002 {
# hardware ethernet 00:D0:09:30:6A:1C;
# fixed-address 192.168.0.2;
# filename “/lts/vmlinuz.ltsp”;
# option option-128 e4:45:74:68:00:00;
# option option-129 “NIC=ne”;
# }
# host ws003 {
# hardware ethernet 00:D0:09:30:28:B2;
# fixed-address 192.168.0.3;
# # kernels are specified in /tftpboot/lts/boot/pxe/pxelinux.cfg/
# filename “/lts/boot/pxe/pxelinux.bin”;
# }
#}

setelah selesai mengedit file konfigurasi jangan lupa untuk merestart dhcp dengan cara:
#/etc/init.d/dhcpd restart [enter]

2. TFTP
TFTP (Trivia File Transfer Protocol) setelah client mendapatkan ip lewat dhcp, maka giliran tftp turun tangan untuk memberikan kernel ke client supaya client dapat boot dan menjalankan Operating System.

tftp ini di jalankan melalui xinet.d, file konfig berada di /etc/xinet.d/tftp, isinya sbb:

# default: off
# description: The tftp server serves files using the trivial file transfer \
# protocol. The tftp protocol is often used to boot diskless \
# workstations, download configuration files to network-aware printers, \
# and to start the installation process for some operating systems.
service tftp
{
disable = no
socket_type = dgram
protocol = udp
wait = yes
user = root
server = /usr/sbin/in.tftpd
server_args = -s /tftpboot
# perhatikan path dari server_args di atas, jangan sampai salah
per_source = 11
cps = 100 2
flags = IPv4
}

Jangan lupa me-restart xinet.d jika anda mengubah file konfig tftp dengan cara:
#/etc/init.d/xinetd restart [enter]

3. NFS
Langkah berikutnya setelah kernel di ambil lewat tftp maka client akan mencoba me-mount NFS share yang berisi sistem dari ltsp untuk menjalankan (utamanya) X server. Konfigurasi dari NFS berada pada /etc/exports dan file ini dapat dibuat otomatis melalui utility ltspadmin.
isi file exports sendiri nantinya sepertinya berikut:
#
## LTSP-begin ##
#
# The lines between ‘LTSP-begin’ and ‘LTSP-end’ were added
# on: Sel Apr 26 23:35:24 2005, by the ltspcfg configuration tool.
# For more information, visit the LTSP homepage
# at http://www.LTSP.org
#

/opt/ltsp/i386 10.0.10.0/255.255.255.0(ro,no_root_squash,sync)
/var/opt/ltsp/swapfiles 10.0.10.0/255.255.255.0(rw,no_root_squash,async)
/tftpboot 10.0.10.0/255.255.255.0(rw,no_root_squash,async)
## LTSP-end ##

Nah jika NFS berhasil di mount, maka client akan berusaha menjalankan X, khusus untuk ltsp 4.1, kita bisa menggunakan konfigurasi otomatis untuk driver vga yang client gunakan (di atur melalui lts.conf).

==// continued on the next Quest //==

June 12, 2005

Mengakses file windows dari Linux

Filed under: Web/Tech — tayuang @ 1:52 am

Untuk mengakses file windows dari linux pastikan dulu paket smb sudah terinstall, jika anda ingin file dari linux box anda di akses oleh pemakai windows berarti anda harus mengaktifkan services smb dan mengeset file smb.conf

jika anda hanya mau mengakses file di komputer windows maka anda cukup me”mount” share directory di windows dengan menggunakan smbmount.

Sebelum melakukan smbmount ada baiknya kita melihat dulu share-share directory yang berada di workgroup/komputer yang ada di network kita dengan perintah

$ smbclient -L [namahost]

contohnya:
irwin@sphinx:~$ smbclient -L thunderbird
Password: [masukkan password user disini]

Sharename Type Comment
——— —- ——-
homes Disk Home Directories
netlogon Disk Network Logon Service
print$ Disk
pdf-gen Printer PDF Generator (only valid users)
tmp Disk file sharing folder
software Disk Digi Software Collection
music_one Disk digi music center one
music_two Disk digi music center two
numpang Disk numpang taro’ file
IPC$ IPC IPC Service (ThunderBird - Samba Server 3.0.7)
ADMIN$ IPC IPC Service (ThunderBird - Samba Server 3.0.7)
tp0 Printer Canon_PIXMA_iP2000

Server Comment
——— ——-
THUNDERBIRD ThunderBird - Samba Server 3.0.7

Workgroup Master
——— ——-
DIGINET THUNDERBIRD

dari perintah di atas kita melihat bahwa di host thunderbird tersedia share directories software, music_one,music_two,numpang. andaikan kita ingin me’mount’ dir numpang ke direktori ~/smb ( tanda ~ berarti path ke home dir user bersangkutan ) maka perintahnya adalah:

irwin@sphinx:~$ smbmount //thunderbird/numpang ~/testsmb username=irwin,workgroup=diginet

sistem akan meminta password, isikan lah sesuai user name yang diberikan,maka share directories //thunderbird/numpang akan berada di dir ~/testsmb pada home dir user bersangkutan.

–Break–

June 11, 2005

The LTSP Quest [1]

Filed under: Web/Tech — tayuang @ 10:17 am

Imbas dari sweeping HAKI beberapa bulan terakhir membuat banyak warnet yang migrasi dari M$ Windows ke salah satu dari Distro Linux yang ada, buat warnet yang memiliki komputer baru hal ini gak masalah, tapi bagaimana dengan warnet yang kebanyakan clientnya masih ber CPU pentium II atau malah Pentium I ?

Jawabnya: “Gunakan LTSP”

LTSP? mahluk apa lagi ini?

LTSP adalah Linux Terminal Server Project, hal ini sebenarnya bukan hal yang baru di Linux/Unix karena teknologi ini sudah ada cukup lama. Intinya adalah bagaimana sebuah thin client booting via network kemudian menjalankan X server dan aplikasi di server.

Nah saya langsung aja, untuk menjalankan LTSP, linux box anda harus terinstall (dan running):
1. DHCP
2. TFTP
3. NFS
4. XDMCP

kemudian download lah ltsp dari www.ltsp.org , sebaiknya file iso image yang di download supaya gak pusing ;)
Oke jika anda sudah selesai download iso image ini, maka anda bisa melakukan 2 hal:
1. burn iso.image tersebut ke cd
2. mount iso.image tersebut sebagai loop back device dengan perintah:

#mount -o loop /path/ /mnt/ltsp

sesuaikan path, nama file iso dan mount dir-nya dengan kondisi komputer anda.

Menginstal utiliti ltsp-utils

Jika sistem anda adalah RPM Based (fedora core,Suse,mandrake,RedHat) anda bisa menginstall paket RPM yang disediakan dengan memberikan perintah:

rpm -ivh ltsp-utils-0.11-0.noarch.rpm

jika sistem anda tidak mendukung RPM maka install-lah paket tgz dengan perintah:

tar -xvzf ltsp-utils-0.11.tgz

perintah di atas akan menghasilkan dir ltsp-utils, masuklah ke dir tersebut (#cd ltsp-utils) dan ketik

#./install.sh

kedua langkah di atas akan menginstall ltsp-admin ke /usr/sbin

pastikan anda login sebagai root selama melakukan hal-hal di atas, jika anda masuk ke mode root melalui perintah su, tambahkan tanda “-” dibelakang perintah su ( $ su - )

Jika semuanya mulus, ketik perintah “#ltspadmin [enter]” dan akan muncul tampilan berikut:
=============================================
ltspadmin - v0.12 LTSP dir: /opt/ltsp

LTSP Administration Utility

Install/Update LTSP Packages
Configure the installer options
Configure LTSP

Quit the administration program
==============================================

Pilihlah dulu “Configure the installer options” untuk menentukan path dari source file ltsp. jika anda menggunakan cdrom yang umumnya di mount di /mnt/cdrom maka pathnya harus ditulis:
file:///mnt/cdrom/

kemudian tentukan dimana ltsp di install, defaultnya di install di:
/opt/ltsp

untuk pilihan http proxy, di kosongkan saja [none], begitu juga pilihan ftp proxy, karena anda meng-install melalui cdrom. Jika semua sudah benar kita tinggal memilih (y/n/c) dimana:
y = jika semua sudah benar
n = kalo masih ada yang salah
c = ada pilihan yang hendak dikoreksi

Barulah kita memilih “Install/Update LTSP Packages” , saran saya pilih semua paket ltsp untuk di install, jika selesai tinggal tekan “Q”

maka semua paket ltsp anda akan terinstall

Setelah itu pilihkah menu “Configure LTSP” untuk mengeset services pada LTSP. Untuk awalnya cobalah dulu untuk mengatur services melalui ltsp-admin ini, setelah itu barulah coba untuk mengeset file-file config yang ada secara manual.

di “The LTSP Quest ” selanjutnya saya akan memaparkan isi dari file-file configurasi yang saya gunakan di server LTSP yang saya gunakan.

Salam,
iWIn

June 9, 2005

My Sphinx, what running what don’t run

Filed under: Web/Tech — tayuang @ 9:12 am

Sphinx, is not a cat, is my brand new notebook. bought for $ 746, “you got a very good deal” Rajat said to me. but that’s not the main subject. The subject is: I put linux on it and see what’s running what don’t run..

Sphinx got this specs:
- Celeron M 360
- 14″ TFT LCD
- 40 Gigs HD
- DVD/CD-RW drive
- 256MB DDR
- 802.11 b/g Wifi
- 10/100 NIC
- Modem
and all the NB’s stuff like usb’s and pcmcia port,

As usual, I’m starting with Mandrake (my fave distro), then…(almost) everything run, except:
- modem
- wifi
for modem, im just to lazy to tweak.. never use modem for about 3-4 years. finally is working on Xandros. I will try again with fedore core 3 and mepis 3.3.1 and see what happen.

then for wifi, I try ndiswrapper…..

not working :(
trying linuxtant

not working also :((

googling…googling…. still, not working. I gave up. I have to wait a few month before somebody can workit out. any of you can give me a clue? is Linksys IPN2220 Wireless Lan Adapter (rev01)

it’s been 2 weeks with Sphinx, Im already trying several distro on it, mandrake, ubuntu, xandros, mepis. Now im using xandros (the free version), fast enough for me and I can do email, browsing, and doin my work with OpenOffice. but I miss the postfix in mandrake, it release me from the need of ISP’s smtp server.

I’m not so familier with debian style, need to learn how to install things on xandros.

^_*

WPMU Theme pack by WPMU-DEV.